BASisme Blog

All About Jongga With The Idea of Law, Stories, Issues and Games

Cerita Haru IV : POHON, DAUN DAN ANGIN

POHON, DAUN DAN ANGIN


"Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan
cintamu.
Cinta tidak membutuhkan keraguan, Tunjukan saja !!"

POHON


Alasan mengapa orang2 memanggilku "Pohon" karena aku
sangat baik dalam menggambar pohon.
Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada
sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.
Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian
untuk mengatakannya.
Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb.
dia sangat peduli dengan orang lain dan religius tapi dia
hanya wanita biasa saja.
Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang
innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai
kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang
sangat biasa dan tidak serasi untukku.
Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang.
Aku juga takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya.
Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan
aku akan memilikinya tiada batasnya dan
aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam
berbagai pergumulan selama 3 tahun ini.
Dia tau aku mengejar gadis2 lain, dan
aku telah membuatnya menangis
Selama 3 tahun. Ketika aku mencium pacarku yang kedua,
dan terlihat olehnya.
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan
berkata "lanjutkan saja" dan
setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak .. dan merah.
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang
menyebabkannya menangis, but
aku tertawa dengannya seharian.
Ketika semuanya telah pulang,
dia sendirian di kelas untuk menangis.
Dia tidak tau bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas,
dan aku melihatnya menangis selama sejam-an.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya.
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tau bukan
sifatnya untuk memulai perang dingin.
Tapi aku masih tetap bersama pacarku.
Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget.
Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku.
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang
terjadi sebelumnya.
Aku tau bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi
dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia,
aku juga sedih. Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5,
aku mengajaknya pergi.
Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin
kukatakan padanya.
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada
sesuatu yang ingin dia katakana pada ku.
Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan
dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan
seseorang.
Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini.
Pria yang baik,penuh energi dan menarik. Aku tak bisa
memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan
mengucapkan selamat padanya.
Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan
aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku.
Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.
Air mata mengalir dan aku jatuh menangis.
Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya.
Ketika upacara kelulusan,
aku membaca SMS di Handphone-ku.
SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.
SMS itu berbunyi, "Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal ?".

DAUN


Selama SMA, aku suka mengoleksi daun - daun, kenapa? Karena
aku merasa bahwa
daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini
ditinggali selama ini
membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 thn di SMA, aku
dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat". Tapi
ketika dia mempunyai
pacar untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari
sebuah perasaan yang
belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU.
Perasaan di hati ini
tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya
bersama selama 2
bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan
perasaan yang luar biasa
gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang
gadis lagi. Aku
menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, but
mengapa dia tidak
mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia
tidak yang
memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya
pacar baru lagi, hatiku
selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku
sakit. Aku mulai mengira
bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan,
tapi mengapa dia
memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya
hanya untuk
seorang teman? Menyukai seseora ng sangat menyusahkan
hati, aku tau
kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku
tidak pernah bisa
diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita
untuk mengatakannya bukan
? Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberiknya
perhatian,
menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu
hari, dia akan datang
dan
men-cinta-iku. Hal itu seperti menunggu telphone-nya
setiap malam,
mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk
apapun dia, dia pasti
meluangkan waktunya untuk ku. Karena itu, aku
menunggunya. 3 tahun cukup
berat utnuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku
berpikir untuk
tetap menunggu. Luka dan Sakit hati, dan dilema yang
menemaniku selama 3
tahun ini. Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria
mengejarku. Dia
adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa
lelah. Dari penolakan2
yang telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin
memberikan dia ruang
kecil dihatiku. Dia seperti angin yang hangat dan
lembut, mencoba
meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku
sadar bahwa aku tidak
ingin memberikan Angin ini ruang
yang kecil di hatiku. Aku tau Angin ini akan membawa
pergi Daun yang
lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya Aku
meninggalkan Pohon,
tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk
tinggal, aku
sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku. "Daun
terbang karena Angin
bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal"

ANGIN


Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena
dia sangat
Bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin
yang kuat. Angin
akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama
kalinya, ketika 1 bulan
setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang
memperhatikan kami
bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk disana
sendirian atau
dengan teman2nya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon
berbicara dengan gadis2,
ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah
Daun, ada senyum di
matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti
daun yang suka
melihat Pohon. Satu hari, dia tdk tampak, aku
merasakan kehilangan.
Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas
mereka, melihat
seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir
di mata daun ketika
Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya
yang biasa,
memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum
padanya. Menulis catatan dan
memberikan kepadanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke
arahku, tersenyum
dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang,
menghampiriku dan
memberiku catatan.
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya
pergi, hal itu
Karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat
ke arahnya dengan
kata2 tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan
menerima
kehadiranku dan telp ku. Aku tau orang yang dia cintai
bukan aku, tapi aku akan
berusaha agar suatu hari dia menyukai aku. Selama 4
bln, Aku tlah
mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
kepadanya. Setiap kali dia
mengalihkan pembicaraan .. tapi aku tidak menyerah,
aku memutuskan untuk
memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi
pacar-ku. Aku bertanya,"
apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah
membalas?", dia berkata,
"aku menganggukkan kepalaku". "Ah?" Aku tidak percaya
apa yang aku
dengar. "Aku menganggukkan kepalaku" dia berteriak.
Aku meletakkan telp,
berpakaian dan naik taxi ketempat dia, dan dia membuka
pintu, aku
memeluknya kuat2.

"Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon
tidak memintanya
untuk
tinggal".

Sumber
Himasad (Rima Lestari)

Editing by
Bajongga Aprianto

Filed under: My Story, , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Visitor Online

Blog Stats

  • 84,009 hits

RSS Up Date News

RSS Lowongan Kerja Terbaru

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

antivirus 2009

My Polling

%d bloggers like this: